|
SEBUAH HARAPAN ENERGI ALTERNATIF COAL BED METHANE (CBM)
Ir. H. Syamsuriezal
Syafei, S.Psi, MM
Gonjang ganjing harga minyak bumi dunia yang kadang naik fantastis dan kadang turun
secara drastis yang seringkali menjadi pembicaraan hangat di kalangan dunia
pertambangan. Banyak orang tahu bahwa Kabupaten Sijunjung mengandung berbagai
jenis sumberdaya energi dalam jumlah yang lumayan besar, baik ditinjau dari
segi kwantitas maupun kwalitas, baik energi fosil maupun non fosil, baik energi
konvensional maupun energi baru terbarukan. Data terakhir dalam laporan Dinas
Pertambangan dan Energi Kabupaten Sijunjung betapa beragamnya sumberdaya energi
yang dimiliki Kabupaten Sijunjung seperti Minyak bumi, Gas alam, Batubara,
Tenaga Air untuk PLTA dan Mikrohidro, Biomassa, Biogas, Tenaga Surya dan Tenaga
Angin.
Meski sumberdaya energi berupa minyak bumi dan
gas alam yang terdapat dalam wilayah Block South West Sumatera yang merupakan
bagian cekungan Ombilin yang mempunyai luas ± 3.895,07 km2 (sekitar 389.507 ha) yang terletak di
beberapa kabupaten termasuk di wilayah Kabupaten Sijunjung yaitu dengan luas
sekitar 140 ha, yang tersebar di Kecamatan Koto VII, Kecamatan Sumpur Kudus, kecamatan
Kupitan, Kecamatan IV Nagari, Kecamatan Sijunjung, Kecamatan Lubuk Tarok dan
Kecamatan Tanjung Gadang.
Pada tahun 2009 ini
konsorsium PT. Radiant Bukit Barisan E&P-PC (SKR) International.Ltd akan
melakukan studi geologi, geofisika, akuisisi dan processing seismic 2D dalam
block tersebut dengan panjang lintasan
200 km dan dengan kedalaman hingga ribuan meter. Studi ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi geologi di bawah permukaan tanah termasuk struktur bawah
permukaan tanah.
Dari studi ini akan
diperoleh hasil berupa data seismic yang memberikan gambaran mengenai kondisi
stratigrafi, struktur geologi dan bentuk jebakan reservoir minyak dan gas bumi.
Berdasarkan data hasil survey dan seismic 2D tersebut akan dipilih satu lokasi
untuk dilakukan pemboran 1 sumur dengan kedalaman hingga ribuan meter. Dari
hasil pemboran ini akan diperoleh data litologi dan stratigrafi serta penyebaran
minyak dan gas bumi.
Jika dari hasil
penyelidikan tersebut diatas menunjukkan hasil positif maka dalam rencana
pengembangannya kemungkinan dapat dibuat salah satu dari beberapa alternatif
berikut:
1. Jika gas yang
dihasilkan mengandung komponen C3 dan C4 cukup banyak
maka kemungkinan dapat dibangun LPG Plant.
2. Jika gas yang
dihasilkan didominasi oleh C1 dan C2 dengan cadangan yang
cukup besar maka produksi gas dapat diarahkan untuk membangun Power Plant untuk
jangka panjang.
3. Alternatif lain
apabila cadangan gas yang ada cukup besar dapat diusahakan untuk membangun
pabrik pupuk skala menengah
Salah satu sumberdaya energi berupa gas yang
terhitung cukup besar adalah Coal Bed Methane (BCM). Sesuai dengan namanya BCM
adalah gas yang terperangkap dalam lapisan batubara kategori peringkat rendah
(low rank) dan berada pada kedalaman 600 – 1000 m dibawah permukaan tanah.
Dengan kedalaman yang cukup besar maka praktis diperlukan teknologi tinggi
(sophisticated) untuk memproduksi gas tersebut, yang berarti pula diperlukan biaya yang sangat mahal.
Kebutuhan gas dewasa ini terus meningkat
secara significant, peningkatan ini terutama disebabkan tingginya permintaan di
sektor industri, disamping itu tuntutan untuk menggunakan energi ramah
lingkungan menjadikan gas sebagai sumber energi yang paling kompetitif.
Suatu lapisan batubara (seam) dapat
dimodelkan sebagai sebuah sistem yang memiliki gas Methana yang terserap di dalam matriks dari
batubara tersebut
fractur.
Untuk memproduksi gas Methana yang ada di
dalamnya maka dilakukan dengan penurunan tekanan fracture melalui proses Dewatering
yang menyebabkan terjadinya proses desorbtion gas Methane dari permukaan
fracture batubara menuju ke dalam rongga fracture. Gas tersebut berasal
dari matriks CBM yang telah terdifusi
menuju permukaan fracture.
Write Comment (0 comments) |